Pada 2017 lalu, banyak kejadian mengerikan yang terkadang di luar perkiraan manusia.
Salah satunya adalah petani di Sulawesi Barat yang ditelah utuh oleh ular piton di kebun sawit.
Saat perut ular dibelah, jasad pria itu masih utuh lengkap dengan pakaiannya.
Mirisnya, saat pria itu ditelan ular piton, istrinya baru saja melahirkan.
Kejadian itu meninggalkan trauma bagi keluarga dan warga lain.
Bahkan pada 2018 ini, warga mengaku pernah melihat piton besar melintas di lokasi tak jauh Akbar (25) warga Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, ditelan.
Diberitakan bahwa saat memanen kelapa sawit di kebun miliknya, seekor ular piton raksasa memangsa Akbar.
Ular piton itu sendiri tertangkap setelah sehari memangsa Akbar, Selasa (27/3/2017).
Saat ditemukan warga, tampak wujud ular tersebut tidak seperti biasanya.
Itu yang kemudian membuat warga memutuskan untuk membelah perut ular tersebut dan didapati tubuh Akbar yang sudah terbujur kaku tak bernyawa.
Ada beberapa fakta menarik, soal ular piton yang memangsa akbar.
1. Ular piton yang memangsa Akbar berjenis teritorial
2. Jenis ini hidupnya di atas tanah
3. Ciri-cirinya warna sisik yang kecoklatan dan nggak jarang lebih gelap lagi
4. Selain sisik yang kelirnya lebih gelap, corak sisiknya seperti batik
5. Tidak memiliki bisa
6. Tidak memangsa dalam kondisi hidup
7. Tidak juga makan bangkai
8. Mangsa dideteksi dari suhu tubuhnya
9. Ujung lidah jadi alat pendeteksi suhu tubuh mangsanya
10. Mangsa dililit sampai pingsan atau mati lemas baru dimangsa
11. Tidak menyerang mangsanya
12. Ular piton akan menyergap mangsanya dalam kondisi lengah
13. Jenis ular piton teritorial gampang dipelihara manusia
14. Rahang bawah terpisah
15. Bisa memangsa korban dengan ukuran sampai 3 kali lipat tubuhnya
16. Habitatnya hutan dengan semak belukar
Perut ular piton dibelah
Setelah perut ular dibelah, warga kaget bukan main.
Ternyata ada tubuh Akbar di perut ular piton dan sudah meninggal dunia.
“Ditemukan di lokasinya (kebunnya) kasihan,” kata Satriawan, pemuda yang turut mencari Akbar.
“Awalnya ini Akbar berangkat dari rumahnya untuk pergi memanen sawitnya, setelah tidak kembali ke rumahnya lalu dicari di kebunnya,” Satriawan menambahkan.
“Hasil panen sawitnya terhambur, mungkin ini diserang dari belakang ulang,” kata warga Mamuju Tengah, Satriawan yang ditemui wartawan Tribunsulbar.com, Nurhadi, pada hari Selasa (28/3/2017).
Jasad Akbar ditemukan masih utuh di perut ular piton tersebut.
Ular telah memangsa seluruh tubuh Akbar, mulai kepala hingga kaki.
Posisi kaki korban ada di lambung ular lebih dekat rongga mulut ular.
Sebaliknya, kepala mayat ke arah kloaka ular atau searah ekor.
Artinya, Akbar ditelan bulat-bulat dari kepalanya dulu.
Celana pendek dan kaos yang dikenakan Akbar juga ditelan ular piton itu secara utuh.
Kondisi mayat terlihat dalam kondisi seperti itu, setelah warga membelah ular piton tersebut.
Istri tidak tahu
Kematian Akbar (25) ditelan ular piton raksasa belum diketahui sang istri, Muna.
“Saat ini istrinya ada di Palopo dan tidak bisa dikonfirmasi karena susah jaringan di tempatnya,” kata Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi, kepada tribun Tribunsulbar.com, Selasa (28/3/2017).
Menurut Junaedi, sebelum meninggal atau sekitar sebulan lalu, Akbar mengantar Muna ke kampung halamannya (Palopo) untuk melahirkan anak kedua mereka.
“Saat (istri) selesai melahirkan, Akbar kembali ke sini. Jadi, rencananya ini, Akbar pergi panen sawitnya karena mau ke Palopo kembali jemput istrinya,” tutur Junaedi.
Orangtua almarhum juga tidak berada di Mamuju Tengah saat kejadian maut itu menimpa.
“Orangtuanya juga baru sampai tadi pagi, karena dia ada di Tinambung Polewali Mandar,” kata Junaedi. (Grid.ID)

